Sebuah drum pelarut masuk ke rak barang biasa; setelah inspeksi atau terjadi kecelakaan, diperlukan perbaikan: pemindahan barang, denda, hingga penutupan sementara untuk pembenahan. Biaya akibat sekali penempatan campur saja sudah melebihi biaya penerapan satu set aturan isolasi lokasi penyimpanan. Barang berbahaya harus memiliki atribut khusus, area khusus, serta larangan kombinasi tertentu; jika saat penerimaan barang terbaca salah memasuki area yang tidak semestinya, maka akan ditolak. Ingatan manusia bisa gagal saat sibuk, sehingga aturan harus diimplementasikan dalam sistem.
Isolasi bukan sekadar budaya label. Ini adalah pencocokan ketat antara jenis lokasi penyimpanan dan atribut material.
Atribut menentukan ke mana barang tersebut harus disimpan.
Pemeliharaan data material mencakup kategori bahan berbahaya, larangan kombinasi, serta batasan suhu dan kelembapan. Pemeliharaan lokasi penyimpanan mencakup kategori barang yang dapat disimpan. Tugas penempatan barang hanya merekomendasikan lokasi yang sesuai secara legal. Larangan kombinasi (misalnya oksidator dengan bahan mudah terbakar) membuat kedua jenis barang saling tidak dapat melihat area penyimpanannya masing-masing. Rencana pemadaman kebakaran dan penanganan kebocoran dipasang di area penyimpanan, bukan di presentasi pelatihan.
- Penerimaan barang langsung diverifikasi; barang yang tidak memenuhi syarat tidak boleh masuk ke gudang barang biasa.
- Pemindahan barang juga dilakukan verifikasi serupa, guna mencegah praktik “menaruh sebentar”.
- Inventarisasi dilakukan secara terpisah untuk area bahan berbahaya; selisih yang terdeteksi dianggap sebagai insiden keselamatan.

Mencegah lebih murah daripada pelatihan.
Sistem digitalisasi XYN mengintegrasikan atribut bahan berbahaya dengan jenis lokasi penyimpanan menjadi sebuah batasan penempatan barang, sehingga bahkan saat sibuk pun barang berbahaya tetap tidak bisa masuk ke lokasi yang salah. Tanda keberhasilan isolasi adalah bunyi alarm saat terjadi kesalahan pemindaian, bukan garis kuning di dinding. Jika garis kuning masih ada, artinya sistem belum mencegah; saat sibuk, garis kuning hanyalah hiasan.
Lakukan simulasi dengan menggunakan satu SKU bahan berbahaya untuk memindai lokasi penyimpanan barang biasa. Jika proses penerimaan berhasil, berarti aturan tersebut tidak lagi berlaku. Pertama cegah, baru bicarakan otomatisasi.
