Saat promosi, kekurangan tenaga kerja; di hari biasa, pekerja harian hanya berdiri tanpa tugas. Jika penjadwalan tenaga kerja gudang dilakukan secara tetap, fluktuasi justru akan berujung pada lembur darurat dan jam kerja yang tidak terpakai. Harus membuat prediksi untuk gelombang besok, volume pesanan, dan volume barang, lalu menyesuaikan penjadwalan dengan gelombang: tambahkan pekerja harian dan lembur pada periode puncak, sedangkan pada periode rendah lakukan pelatihan atau berikan cuti. Jika prediksi meleset, dapat dilakukan penyesuaian kecil; tanpa prediksi, satu-satunya pilihan hanyalah memanggil tenaga kerja.
Lembur menyelesaikan masalah malam ini. Prediksi menjawab pertanyaan mengapa malam ini selalu kekurangan tenaga kerja.
Gelombang merupakan input bagi jadwal kerja
Setelah batas waktu penerimaan pesanan, baru dibuat perkiraan gelombang. Jadwal kerja disesuaikan dengan kapasitas per jam. Pekerja harian memiliki label keterampilan; mereka tidak boleh hanya sekadar menempelkan label pesanan. Ketika ada penyimpangan dalam prediksi, data tersebut harus dikoreksi untuk memperbaiki model atau menyesuaikan waktu penutupan pesanan.
- Dilarang melihat volume pesanan setelah jadwal kerja dibuat.
- Persetujuan lembur didasarkan pada kesenjangan prediksi, bukan pada kebiasaan.
- Pemindahan tenaga kerja antar gudang menggunakan kalender gelombang yang sama.

Fluktuasi dapat direncanakan.
Sistem digital XYN menghubungkan gelombang pengiriman dengan jadwal kerja. Biaya gudang bukan terletak pada tarif upah per unit, melainkan pada ketidaksesuaian alokasi. Jika sesuai dengan gelombang, pekerja harian adalah alat; jika tidak, pekerja harian hanya menjadi pemborosan.
Bandingkan volume pesanan yang diprediksi minggu lalu dengan hasil aktual. Pada hari-hari dengan penyimpangan besar, perbaiki dulu waktu penutupan pesanan dan prediksi, baru kemudian bicarakan berapa banyak tenaga kerja yang perlu direkrut.
