SCM dengan TMS bersama: kontrak antara pengaturan stok dan pelaksanaan pengiriman

Dalam koordinasi rantai supply, SCM (Supply Chain Management) dan TMS (Transport Management System) adalah dua sistem kunci yang berperan penting dalam pengaturan stok dan pelaksanaan pengiriman. SCM bertanggung jawab atas perencanaan, koordinasi, dan pengendalian rantai supply, sementara TMS fokus pada pengaturan, pelaksanaan, dan optimisasi proses pengiriman. Keduanya memiliki perbedaan signifikan dalam pengaturan stok dan pelaksanaan pengiriman, tetapi juga memiliki hubungan yang erat.
Perbandingan stok
SCM
TMS
SCM dalam pengaturan stok memperhatikan optimisasi global, mempertimbangkan permintaan pasar, rencana produksi, tingkat rotasi stok, dan lainnya.
TMS dalam pengaturan stok lebih fokus pada jalur pengiriman, pengaturan kendaraan, biaya pengiriman, dan lainnya.
SCM pengaturan stok biasanya berdasarkan model prediksi, seperti tren penjualan, fluktuasi musim.
TMS pengaturan stok berdasarkan data aktual, seperti jumlah barang yang dikirim, frekuensi pengiriman.
SCM pengaturan stok memiliki kejelasan jangka panjang, dapat merencanakan tingkat stok sebelumnya.
TMS pengaturan stok lebih fokus pada penyesuaian real-time untuk menghadapi perubahan dalam proses pengiriman.
SCM pengaturan stok perlu koordinasi dengan rencana produksi, rencana logistik, dan lainnya.
TMS pengaturan stok perlu koordinasi dengan kendaraan pengiriman, jaringan distribusi, dan lainnya.
Perbandingan kapasitas pengiriman
SCM
TMS
SCM dalam pengaturan kapasitas pengiriman mempertimbangkan kebutuhan seluruh rantai supply, termasuk produksi, penyimpanan, distribusi, dan lainnya.
TMS dalam pengaturan kapasitas pengiriman lebih fokus pada pengaturan kendaraan, jalur pengiriman, kapasitas pengiriman, dan lainnya.
SCM pengaturan kapasitas pengiriman biasanya berdasarkan model prediksi, seperti prediksi penjualan, rencana produksi.
TMS pengaturan kapasitas pengiriman berdasarkan data aktual, seperti jumlah barang yang dikirim, frekuensi pengiriman.
SCM pengaturan kapasitas pengiriman memiliki kejelasan jangka panjang, dapat merencanakan tingkat kapasitas pengiriman sebelumnya.
TMS pengaturan kapasitas pengiriman lebih fokus pada penyesuaian real-time untuk menghadapi perubahan dalam proses pengiriman.
SCM pengaturan kapasitas pengiriman perlu koordinasi dengan rencana produksi, rencana logistik, dan lainnya.
TMS pengaturan kapasitas pengiriman perlu koordinasi dengan kendaraan pengiriman, jaringan distribusi, dan lainnya.
Perbandingan jalur pengiriman
SCM
TMS
SCM dalam pengaturan jalur pengiriman memperhatikan jalur pengiriman seluruh rantai supply, termasuk penyimpanan, pengiriman, distribusi, dan lainnya.
TMS dalam pengaturan jalur pengiriman lebih fokus pada jalur kendaraan, kecepatan, waktu, dan kapasitas pengiriman, dan lainnya.
SCM pengaturan jalur pengiriman biasanya berdasarkan model prediksi, seperti tren penjualan, fluktuasi musim.
TMS pengaturan jalur pengiriman berdasarkan data aktual, seperti jumlah barang yang dikirim, frekuensi pengiriman, dan lainnya.
SCM pengaturan jalur pengiriman memiliki kejelasan jangka panjang, dapat merencanakan jalur pengiriman sebelumnya.
TMS pengaturan jalur pengiriman lebih fokus pada penyesuaian real-time untuk menghadapi perubahan dalam proses pengiriman.
SCM pengaturan jalur pengiriman perlu koordinasi dengan rencana produksi, rencana logistik, dan lainnya.
TMS pengaturan jalur pengiriman perlu koordinasi dengan kendaraan pengiriman, jaringan distribusi, dan lainnya.
Perbandingan pembagian biaya
SCM
TMS
SCM dalam pembagian biaya mempertimbangkan biaya seluruh rantai supply, termasuk produksi, penyimpanan, pengiriman, dan lainnya.
TMS dalam pembagian biaya lebih fokus pada biaya pengiriman, pengaturan kendaraan, optimisasi jalur, dan lainnya.
SCM pembagian biaya biasanya berdasarkan model prediksi, seperti prediksi penjualan, rencana produksi.
TMS pembagian biaya berdasarkan data aktual, seperti jumlah barang yang dikirim, frekuensi pengiriman, dan lainnya.
SCM pembagian biaya memiliki kejelasan jangka panjang, dapat merencanakan struktur biaya sebelumnya.
TMS pembagian biaya lebih fokus pada penyesuaian real-time untuk menghadapi perubahan dalam proses pengiriman.

SCM pembagian biaya perlu koordinasi dengan rencana produksi, rencana logistik, dan lainnya.
TMS pembagian biaya perlu koordinasi dengan kendaraan pengiriman, jaringan distribusi, dan lainnya.
Dalam koordinasi rantai supply, SCM (Supply Chain Management) dan TMS (Transport Management System) meskipun berperan penting dalam manajemen logistik, memiliki perbedaan signifikan dalam fungsi, dimensi data, dan proses bisnis. Artikel ini akan membandingkan empat dimensi yaitu perencanaan, kapasitas pengiriman, jalur pengiriman, dan pembagian biaya untuk mengungkap perbedaan dan jalur koordinasi yang berlaku dalam aplikasi nyata.
### I. Perbandingan Dimensi Perencanaan
| Perbandingan | SCM | TMS |
|--------------|-----|-----|
| Jangka Perencanaan | Jangka panjang (bulan/bulan) | Jangka pendek (hari/hari) |
| Isi Perencanaan | Produk, pesanan, stok, permintaan | Pesanan, jalur, waktu, kapasitas |
| Dasar Perencanaan | Strategi perusahaan, stok, prediksi permintaan | Aturan bisnis, kapasitas, jadwal waktu |
**Langkah** : SCM berdasarkan data perusahaan untuk membuat perencanaan, TMS berdasarkan kapasitas dan waktu untuk memperhalus.
**Risiko** : Perencanaan SCM mungkin kurang fleksibel, sedangkan perencanaan TMS mungkin tidak dapat diimplementasikan karena kapasitas kurang.
**Contoh** : Sebuah perusahaan menggunakan SCM untuk membuat rencana stok tahunan, tetapi TMS tidak dapat memenuhi permintaan karena kapasitas kurang.
### II. Perbandingan Dimensi Kapasitas Pengiriman
| Perbandingan | SCM | TMS |
|--------------|-----|-----|
| Sumber Kapasitas | Kapasitas perusahaan, supplier, pihak ketiga | Kapasitas perusahaan, pihak ketiga, sumber kapasitas |
| Pengaturan Kapasitas | Menyusun berdasarkan produk, pesanan, waktu | Menyusun berdasarkan pesanan, jalur, waktu |
| Evaluasi Kapasitas | Model evaluasi kapasitas perusahaan | Model evaluasi sumber kapasitas |
| Batasan Kapasitas | Batasan kapasitas perusahaan | Batasan sumber kapasitas |
**Langkah** : SCM memperhatikan model evaluasi kapasitas untuk menyusun kapasitas, TMS memperhatikan model evaluasi sumber kapasitas untuk menyusun kapasitas.
**Risiko** : Perencanaan kapasitas SCM mungkin melewatkan sumber kapasitas pihak ketiga, sedangkan perencanaan kapasitas TMS mungkin tidak dapat diimplementasikan karena sumber kapasitas kurang.
**Contoh** : Sebuah perusahaan SCM menyusun kapasitas tanpa mempertimbangkan sumber kapasitas pihak ketiga, sehingga TMS tidak dapat memenuhi tuntutan.
### III. Perbandingan Dimensi Jalur Pengiriman
| Perbandingan | SCM | TMS |
|--------------|-----|-----|
| Pengelolaan Jalur | Jangka panjang, seluruh rantai supply | Jangka pendek, fokus pada jalur pengiriman |
| Perbaruan Jalur | Perbaruan real-time | Perbaruan terjadwal |
| Pembagian Jalur | Dalam jaringan perusahaan | Dalam jurnal pesanan |
| Ketergantungan Jalur | Dalam jaringan perusahaan | Dalam jurnal pesanan |
**Langkah** : SCM mengelola jalur pengiriman dalam jaringan perusahaan, TMS mengelola jalur pengiriman dalam jurnal pesanan.
**Risiko** : Perencanaan jalur pengiriman SCM mungkin kurang real-time, sedangkan perencanaan jalur pengiriman TMS mungkin terhambat karena pembagian jalur tidak tepat waktu.
**Contoh** : Sebuah perusahaan SCM memperbarui jalur pengiriman secara real-time, tetapi TMS memperbarui jalur pengiriman terlambat, sehingga terjadi ketidaksesuaian dalam pengiriman.
### IV. Perbandingan Dimensi Pembagian Biaya
| Perbandingan | SCM | TMS |
|--------------|-----|-----|
| Metode Pembagian Biaya | Jangka panjang, berdasarkan produk, pesanan | Jangka pendek, berdasarkan pesanan, jalur |
| Metode Perhitungan Biaya | Model perhitungan biaya perusahaan | Model perhitungan biaya pesanan |
| Pembagian Biaya | Dalam jaringan perusahaan | Dalam jurnal pesanan |
| Optimisasi Biaya | Dalam jaringan perusahaan | Dalam jurnal pesanan |
**Langkah** : SCM menggunakan model perhitungan biaya perusahaan untuk membagi biaya, TMS menggunakan model perhitungan biaya pesanan untuk membagi biaya.
**Risiko** : Perencanaan pembagian biaya SCM mungkin melewatkan sumber kapasitas pihak ketiga, sedangkan pembagian biaya TMS mungkin terganggu karena optimisasi pesanan tidak tepat.
**Contoh** : Sebuah perusahaan SCM membagi biaya tanpa mempertimbangkan sumber kapasitas pihak ketiga, sehingga pembagian biaya TMS tidak tepat.
### Kesimpulan
Dalam koordinasi rantai supply, koordinasi antara SCM dan TMS kunci terletak pada pembagian data dan proses bisnis. SCM bertanggung jawab atas perencanaan global, sementara TMS bertanggung jawab atas pelaksanaan spesifik. Keduanya harus berkoordinasi dalam empat dimensi yaitu perencanaan, kapasitas pengiriman, jalur pengiriman, dan pembagian biaya. Namun, perencanaan SCM mungkin kurang fleksibel, sedangkan pelaksanaan TMS mungkin terham