Sekrup yang sama disebut dengan nama berbeda saat dibeli, diberi nama berbeda di gudang, dan memiliki kode berbeda lagi dalam BOM. Kelihatannya semuanya bisa masuk ke sistem, tetapi saat dihitung justru menjadi tiga jenis persediaan. Satu produk dengan banyak kode membuat perusahaan mengira kekurangan bahan dan melakukan pembelian berulang; satu kode dengan banyak produk membuat kesalahan pengiriman bahan tidak dapat dicegah oleh sistem. Masalah data master sering kali disalahdiagnosis sebagai masalah algoritma persediaan.
Kekuatan produktif pertama dalam rantai pasokan bukanlah lebih banyak gudang, melainkan hanya satu identitas untuk setiap material.
Bagaimana kekacauan terjadi?
Pembelian darurat menggunakan kode sementara, nomor material pemasok langsung dijadikan kode internal, perubahan spesifikasi hanya mengubah deskripsi tanpa mengganti kode, dan material yang dihentikan produksi tidak dibekukan. Demi kecepatan, setiap orang menjadikan tabel kode sebagai tempat sampah.

Aturan minimum untuk penataan data:
- Material baru wajib melalui proses permohonan; dilarang bagi unit bisnis untuk secara mandiri membuat kode.
- Setiap produk harus memiliki satu kode; jika spesifikasinya berubah, naikkan versi atau gunakan kode baru, serta tetapkan hubungan penggantian.
- Kode yang dinonaktifkan dilarang digunakan untuk pembelian baru, namun dokumen historis masih dapat dilacak.
- Deskripsi, nomor gambar, dan spesifikasi disimpan secara berlapis; jangan semuanya dimasukkan ke dalam kolom nama.

Sistem digital XYN menempatkan material, BOM, persediaan, dan pembelian pada satu sistem kode yang sama. Penataan data master memang tidak seksi, tetapi menentukan apakah seluruh kolaborasi berikutnya dapat dipercaya. Pertama-tama pastikan identitasnya tepat, baru bicarakan pengisian stok cerdas.